Tuesday, October 4, 2011


Kisah Jibrail

Diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda yang bermaksud" "Setelah Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan 124, 000 sayap). Setelah itu Jibrail as memandang dirinya sendiri dan berkata :" Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?." Lalu Allah berfirman yang bermaksud.. "Tidak.."

Kemudian JIbrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan tiap2 rakaat itu lamanya 20,000 tahun.

SetelaH selesai jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud..

"Wahai Jibrail, kamu telah menyembah aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi diakhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya 'Muhammad." Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa; sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam=macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu. Kerana mereka mengerjakan solat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu."

Kemudian Jibrail as berkata:"Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?"

Lalu Allah berfirman yang bermaksud..

"Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal..." Kemudian JIbrail as meminta izin keada Allah untuk melihat syura Ma'waa. Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalana 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:" Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya?"

Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud..

"Wahai JIbrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan....."

TAKDIR


Tak ada sesuatupun yang dapat menghalangi takdir yang datang darinya, yang baik ataupun yang buruk. setiap keputusanNya pasti terjadi ! Disukai atau tidak oleh manusia.
Takdir Tuhan yang telah terjadi tak dapat kamu tolak walaupun manangis darah sekalipun atau kamu protes dengan suara yang menggelegar membelah langit sekalipun. Namun takdir yang belum terjadi masih bisa di rubah dengan usaha/ikhtiar, doa dan sedekah. mana misalnya ? Ya kemiskinan dan kebodohan bisa di rubah dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh sambil terus berdoa di barengi dengan banyak bersedekah.
Kamu menolak atas takdir yang buruk, Tuhan tidak rugi. Sebaliknya kamu bersyukur atas takkdir yang baik, Tuhanpun tidak untung.
Kamu taat atau kapir tidak merubah takdir Tuhan! Kamu suka atau tidak, tak merubah kekuasaan Tuhan. Kamu bahagia atau menderita tak merubah kehendak Tuhan. Kamu beriman atau murtad tak mengurangi kamauan Tuhan. Kamu bersyukur atau kupur tak merubah kasih sayang Tuhan. Ya semuanya kembali kepadamu, Tuhan bagaikan cermin yang memantulkaan semua kelakuanmu. Jadi kamu masuk syurga atau neraka adalah hasil dari perbuatan kamu sendiri, Tuhan hanya menyediakan tempat tersebut untuk membalas setiap amal yang kamu lakukan.
Kamu masuk syurga Tuhan tidak untung, kamu masuk nerakapun Tuhan tidak rugi! Kamu punya kehendak bebas untuk melakukan apa yang kamu sukai dan resikonya tanggung sendiri!
Selama kamu hidup di dunia apapun bentuknya tidak pernah abadi, ya suka, sukanya sementara. Bila duka, dukanya sementara. Keduanya saling berganti dan bisa terjadi dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Dan itu semua akan berakhir pada kematianmu, dibalik kamatian itulah akan ditemukan keabadian. Ya suka, sukanya abadi (syurga) bila duka, dukanyapun abadi (neraka) keduanya tetap dan tidak bisa saling menggantikan. Takdirmu di syurga atau di neraka nanti ? Kamulah yang membuatnya sekarang, di sini, di dunia ini.
Pada akhirnya apapun yang kamu cintai akan kamu tinggalkan, suka atau tidak, rela atau tidak, semuanya akan kamu tinggalkan atau kamu ditinggalkan oleh semua itu. Itupun takdirnya. Silahkan kau cintai apa saja, ingat, kau akan berpisah dengan yang kau cintai. Silahkan kau tumpuk harta kekayaanmu sebanyak-banyaknya, inipun akan kau tinggalkan. Silahkan pula kau cari jabatan dan pangkat setinggi-tingginya, naum pankat dan jabatanmu tak akan kau bawa mati. Pangkat dan jabatan yang sudah kau kejar sedemikian rupa, juga akan kau tinggalkan. Pada akhirnya kekuatan takdirNya meluluh lantakan pangkat dan jabatanmu yang sering membuatmu lupa kepadaNya.
Bgitu juga dengan masa depan yang ada dihadapanmu, tak bisa kamu hindari dengan berlari jauh darinya. Ya hadapi masa depan baik atau buruk, itu hidup namanya. Karena masa depan yang akan kau hadapi juga adalah takdirNya, sama dengan jabatan dan pangkat di atas.
Urusan masa depan ada ditanganNYa, masa depan adalah milikNya, maka kita berserah diri kepadaNya. Insya Allah segala urusan kita dimudahkan olehNya. Jangan ragu-ragu, mantapkan iman, teguhkanlah pendirian. Kalu memang takdir kita kesuksesan akan di raih, namun bila bukan takdir atau garis tangan kita, apapun yang kita lakukan, kita tak akan berhasil, lalu buat apa berusaha ? Usaha adalah ikhtiar manusia untuk menjemput takdirNya, bila pun tak berhasil kita sudah berusaha, itulah taqwa, karena ketentuan tetap Dia yang memutuskan.
Terkadang memang dalam hidup tak selamanya menyenangkan, hidup prihatin, perih-perih hati, karena memang tidak semua keinginan dapat terpenuhi. Ingat, dibalik keprihatinanmu…, jauh di ujung sana banyak lagi manusia-manusia yang jauh lebih prihatin darimu. Mereka kelaparan, di usir dari tanah kelahiran, di rampas hak-haknya, dihancurkan oleh musuh-musuhnya, menderita sengsara, rumah hancur kena bom, kedinginan yang memilukan. Itupun takdirNya dan takdirNya akan terus berjalan dan terus berputar, selama kita hidup dan sesudah kita mati.

Firmah Allah yang bermaksud: “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan puas lagi diredhaiNya, Masuklah ke dalam jamaah hamba-hambaKu dan masuklah ke dalam syurgaKu” (Al-Fajr: 27-30)

Insan adalah rahsia-Ku


"Insan adalah rahsia-Ku dan Aku rahsianya. Pengetahuan batin tentang hakikat roh adalah rahsia kepada rahsia-rahsia-Ku. Aku campakkan ke dalam hati hamba-hamba-Ku yang baik-baik dan tiada siapa tahu Keadaannya melainkan Aku." "Aku adalah sebagaimana hamba-Ku mengenali Daku. Bila dia mencari-Ku dan ingat kepada-Ku, Aku besertanya. Jika dia mencari-Ku di dalam, Aku mendapatkannya dengan Zat-Ku. Jika dia ingat dan menyebut-Ku di dalam jemaah yang baik, Aku ingat dan menyebutnya di dalam jemaah yang lebih baik".

carilah aku didalam aku


carilah aku didalam aku

pucuk paku dalam paku,
paku datang dari seberang,
carilah aku didalam aku.
aku berlindung dalam terang

Lari Dari Dunia


Lari dari dunia


Kau tahu?
Kadangkala aku rasa mahu saja lari dari dunia
Pergi jauh, rentas laut dan lembah lentara
Aku mahu sendirian, ada aku dan hanya Tuhan

Teringat aku kisah Insan Terangung, Muhammad SAW
Berkhalwat bersedirian di dalam gua
Tertumpu hanya pada diri dan Rabb NYA
Jauhkan sebentar luka lara dunia

Teralu banyak yang aku lalui
Kadangkala terlalu berat untuk ditanggungi
Akal ku binggung, jiwaku resah , hatiku gelisah
Ya Rabb, apakah yang aku cuba lakukan selama ini?

Aku sedar semuanya berpunca dari aku
Bukan sesiapa mahupun apa-apa
Tetapi aku

Aku terlalu leka dalam menyeru Tuhanku
Aku terlalu yakin dengan kemampuan ku
Aku terlalu asyik dengan perancangan ku
Di mana telah ku campakkan tawakal ku?

Hari ini, aku terasa seolah-olah di tegur oleh Rabb ku!

Siapa Tuhan ku?
Di mana tempat bergantung ku?
Apa tujuan utama ku?
Sejauh mana ikhlasnya amal ibadah ku?



Terasa ingin pergi jauh membawa diri.
sungguh!